PeristiwaPolri

Patroli Pantau Ketinggian Air Sungai Bengawan Solo

Lamongan|Lensaanalisa.Com.- Personil Polsek Karanggeneng, yang merupakan bagian dari Kepolisian Resor Lamongan, secara proaktif melaksanakan kegiatan patroli rutin pada hari Selasa, 18 Maret 2025. Fokus utama patroli ini adalah memantau debit air dan ketinggian aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Tindakan preventif ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi bencana banjir yang diakibatkan oleh luapan air sungai, terutama mengingat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Sungai Bengawan Solo, sebagai salah satu sungai terpanjang di Pulau Jawa, memiliki riwayat panjang dalam hal bencana banjir. Luapan air sungai ini telah berulang kali merendam pemukiman penduduk, lahan pertanian, dan infrastruktur vital di sekitarnya, termasuk di wilayah Kecamatan Karanggeneng.

Oleh karena itu, kegiatan patroli rutin yang dilakukan oleh Polsek Karanggeneng menjadi krusial dalam rangka mitigasi risiko dan antisipasi dini terhadap potensi bencana banjir.

Kegiatan patroli ini melibatkan pemantauan visual terhadap ketinggian air di berbagai titik strategis sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Titik-titik strategis ini dipilih berdasarkan kerentanannya terhadap luapan air sungai, seperti pemukiman penduduk yang berdekatan dengan bantaran sungai, area persawahan, dan infrastruktur penting seperti jembatan dan jalan raya. Petugas yang terlibat dalam patroli secara seksama mengamati tanda-tanda kenaikan debit air dan potensi luapan.

Indikator yang diamati meliputi perubahan ketinggian air pada tiang pantau, kecepatan arus sungai, dan perubahan warna air. Selain itu, petugas juga melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan terdampak banjir jika terjadi peningkatan debit air Sungai Bengawan Solo.

Pemetaan ini dilakukan dengan mengidentifikasi daerah-daerah rendah yang rentan tergenang air, serta jalur-jalur air yang berpotensi menjadi aliran banjir. Data yang diperoleh dari kegiatan patroli dan pemetaan ini akan menjadi informasi penting dalam menentukan langkah-langkah antisipatif dan respon cepat jika terjadi situasi darurat.

Informasi mengenai ketinggian air, debit air, dan potensi luapan akan segera dilaporkan kepada pimpinan di Polsek Karanggeneng dan instansi terkait lainnya, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan.

Laporan ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan dalam menentukan status siaga bencana dan langkah-langkah mitigasi yang perlu diambil.

Kapolsek Karanggeneng, IPTU Sofian Ali, S.H., melalui Aipda Nur Said, selaku salah satu anggota yang terlibat dalam kegiatan patroli, menyampaikan bahwa peningkatan intensitas patroli merupakan instruksi langsung dari pimpinan.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana banjir akibat tingginya curah hujan.

“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh anggota, khususnya yang bertugas jaga di Polsek, untuk rutin memantau dan melaporkan perkembangan ketinggian air Sungai Bengawan Solo.

Informasi yang diperoleh secara real-time akan sangat membantu dalam mengambil tindakan cepat dan efektif jika terjadi peningkatan debit air yang signifikan,” ujar Kapolsek.

Tindakan cepat dan efektif yang dimaksud meliputi penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat, evakuasi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, serta persiapan posko-posko pengungsian dan bantuan logistik.

Lebih lanjut, Aipda Nur Said menjelaskan bahwa fokus pemantauan tidak hanya tertuju pada ketinggian air, tetapi juga pada tanda-tanda lain yang mengindikasikan potensi banjir, seperti arus sungai yang deras, perubahan warna air, dan peningkatan volume sampah yang terbawa arus.

Arus sungai yang deras dapat mengindikasikan peningkatan debit air di hulu sungai, sedangkan perubahan warna air menjadi keruh dapat menandakan adanya erosi tanah di sepanjang aliran sungai. Peningkatan volume sampah yang terbawa arus juga dapat menjadi indikator tingginya curah hujan di daerah hulu.

“Kami juga secara aktif berkoordinasi dengan perangkat desa dan warga sekitar untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi sungai dan potensi banjir di wilayah masing-masing.

Kerjasama yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana banjir,” tambahnya.

Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pemantauan dan pelaporan kondisi Sungai Bengawan Solo sangatlah penting. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai memiliki pengetahuan lokal yang berharga mengenai karakteristik sungai dan tanda-tanda awal bencana banjir.

Informasi yang diberikan oleh warga dapat melengkapi data yang diperoleh dari kegiatan patroli polisi, sehingga dapat tercipta sistem peringatan dini yang lebih akurat dan responsif.

Berdasarkan hasil pantauan dan pengecekan yang dilakukan hingga saat ini, kondisi air Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Karanggeneng masih dalam batas normal. Ketinggian air menunjukkan tren penurunan, dan tidak ditemukan adanya genangan air yang merambah ke pemukiman penduduk di desa-desa yang dilintasi aliran Sungai Bengawan Solo.

Meskipun demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat curah hujan yang masih tinggi dan berpotensi meningkatkan debit air sungai secara tiba-tiba. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti perkembangan informasi dan arahan dari pihak berwenang.

Upaya pencegahan dan antisipasi bencana banjir merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan kerjasama dan koordinasi yang baik, diharapkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh bencana banjir dapat diminimalisir.

Editor          : Nur
Publis hed  : Red

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button